Selasa, 29 November 2016

Festival Dongeng TBM Banyumas, Ingatkan Akan Pentingnya Dongeng Bagi Anak






KEBASENForum Taman Bacaan Masyarakat Banyumas menggelar Festival Dongeng TBM Banyumas tahun 2016. Kegiatan ini dilangsungkan pada Minggu, 27 Nopember 2016 di TBM Bina Wacana (PKBM Kalbamas) desa Kalisalak Kecamatan Kebasen.

Heru Kurniawan, Ketua Forum TBM Banyumas menjelaskan bahwa festival dogeng digelar untuk menggaungkan kembali pentingnya dongeng dalam proses tumbuh kembang pada anak-anak ke depan.  Menurutnya, apa yang disampaikan kepada anak melalui cerita-cerita  dongeng itu adalah hal yang mudah dan sederhana bagi semua.
Secara umum, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan rutinan FTBM Banyumas.
“kami mengadakan kegiatan sebulan 2 kali, yang pertama pertemuan dan silaturrahim dan selajutnya kegiatan-kegiatan pelatihan.” Ungkap usai kegiatan melalui akun facebook pribadinya.
Selain diisi dengan kegiatan parade mendongeng, Festival Dongeng TBM Banyumas juga diisi dengan kegiatan lomba mewarnai dan menggambar, lomba literasi, dan outbound.  Tak tanggung-tanggung, Festival Dongeng Banyumas juga menghadirkan Bunda PAUD Banyumas,  tidak hanya itu, masyarakat dan sekolah di kecamatan Kebasenpun turut berparsipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut kak Soimah (Pengasuh TBM Bina Wacana), kegiatan ini dimeriahkan oleh 14 pendongeng Banyumas dan 1 pendongeng dari Banjarnegara.
“15 pendongeng turut memeriahkan kegiatan ini, diantaranya 14 dari Banyumas sendiri dan satu lagi dari Banjarnegara yaitu kak Wuri dari TBM Ganesha”, ungkapnya.(27/11/2016)



Sabtu, 26 November 2016



TBM Anfat Desa Babakan, Butuh Donasi Buku

0

KBRN, Purwokerto: Hampir setiap sore di grumbul Karangpucung Desa Babakan RT 01 RW 07 Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, dalam satu bulan terakhir tampak berbeda dari sebelumnya.

Sejumlah anak kini tidak lagi bermain dengan bebasnya mereka, sejak ada Taman Bacaan  Masyarakat (TBM) Anfat desa Babakan sebulan yang lalu kini anak-anak mulai diarahkan  kegiatan sorenya sehabis sekolah dan diniyah.

“Kami mempersilahkan bagi adik-adik ataupun orang dewasa untuk membaca buku di sini, bagi yang belum bisa membaca ataupun yang masih tersendat-sendat kami arahkan mereka agar lebih baik lagi dalam membaca, ada juga pelatihan menggambar, menulis dan menghitung bag adik-adik, selain itu ada dari kakak-kakak yang bersedia membacakan  dongeng” ungkap Fajar Pujianto pendiri TBM Anfat desa Babakan, Jumat (4/11/2016).

Kegiatan untuk menumbuh kembangkan minat dan bakat mereka dikemudian hari, salah satu yang sedang dikerjakan latihan sepakbola untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun (U-15) .

Relawan TBM Anfat juga sedang membuat video tentang potenmsi ekonomi dan geografis desa Babakan yang nantinya akan diserahkan kepada kepala desa untuk dinikmati masyarakat.

Relawan yang bergabung di TBM Anfat Desa Babakan  kini ada sekitar 15 remaja.

“Kami juga melatih sepakbola untuk adik-adik di bawah usia 15 tahun (U-15) dan juga penggarapan video tentang kondisi ekonomi dan geografis desa Babakan oleh relawan-relawan TBM Anfat nantinya kita serahkan kepada kepala desa Babakan secara formal”jelasnya.

TMB masih membutuhkan  banyak buku bacaan, pengurus sangat mengharapkan donasi buku dan sarana prasarana yang lain dari para dermawan.

Kegiatan sudah berjalan tapi fasilitas maupun sarana prasarana  belum memadai, kami belum mempunyai rak untuk tempat buku.

“Buku kami taruh di risban (kursi kayu panjang) dan bukunyapun baru 80 eksemplar, maklum kami berdiri tanpa modal dan atas dasar niat ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.”imbuhnya memelas.

Zain Sutrisno salah satu pengunjung TBM Anfat, mengaku senang belajar di sini, diajari cara menggambar juga.

“Tapi sayang, bukunya terbatas dan sedikit jadi kami bingung mau baca apalagi.”ungkapnya polos.