Sabtu, 26 November 2016



TBM Anfat Desa Babakan, Butuh Donasi Buku

0

KBRN, Purwokerto: Hampir setiap sore di grumbul Karangpucung Desa Babakan RT 01 RW 07 Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, dalam satu bulan terakhir tampak berbeda dari sebelumnya.

Sejumlah anak kini tidak lagi bermain dengan bebasnya mereka, sejak ada Taman Bacaan  Masyarakat (TBM) Anfat desa Babakan sebulan yang lalu kini anak-anak mulai diarahkan  kegiatan sorenya sehabis sekolah dan diniyah.

“Kami mempersilahkan bagi adik-adik ataupun orang dewasa untuk membaca buku di sini, bagi yang belum bisa membaca ataupun yang masih tersendat-sendat kami arahkan mereka agar lebih baik lagi dalam membaca, ada juga pelatihan menggambar, menulis dan menghitung bag adik-adik, selain itu ada dari kakak-kakak yang bersedia membacakan  dongeng” ungkap Fajar Pujianto pendiri TBM Anfat desa Babakan, Jumat (4/11/2016).

Kegiatan untuk menumbuh kembangkan minat dan bakat mereka dikemudian hari, salah satu yang sedang dikerjakan latihan sepakbola untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun (U-15) .

Relawan TBM Anfat juga sedang membuat video tentang potenmsi ekonomi dan geografis desa Babakan yang nantinya akan diserahkan kepada kepala desa untuk dinikmati masyarakat.

Relawan yang bergabung di TBM Anfat Desa Babakan  kini ada sekitar 15 remaja.

“Kami juga melatih sepakbola untuk adik-adik di bawah usia 15 tahun (U-15) dan juga penggarapan video tentang kondisi ekonomi dan geografis desa Babakan oleh relawan-relawan TBM Anfat nantinya kita serahkan kepada kepala desa Babakan secara formal”jelasnya.

TMB masih membutuhkan  banyak buku bacaan, pengurus sangat mengharapkan donasi buku dan sarana prasarana yang lain dari para dermawan.

Kegiatan sudah berjalan tapi fasilitas maupun sarana prasarana  belum memadai, kami belum mempunyai rak untuk tempat buku.

“Buku kami taruh di risban (kursi kayu panjang) dan bukunyapun baru 80 eksemplar, maklum kami berdiri tanpa modal dan atas dasar niat ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.”imbuhnya memelas.

Zain Sutrisno salah satu pengunjung TBM Anfat, mengaku senang belajar di sini, diajari cara menggambar juga.

“Tapi sayang, bukunya terbatas dan sedikit jadi kami bingung mau baca apalagi.”ungkapnya polos.


1 komentar: